FDTI Sukses Selenggarakan Deans’ Course Angkatan VIII Tahun 2026 di Institut Teknologi Bandung

adminPosted by

Selama empat hari, para dekan dan pimpinan fakultas teknik se-Indonesia dibekali materi tata kelola, manajemen perubahan, kepemimpinan digital, keuangan, keselamatan kerja, mutu dan akreditasi, hingga penyusunan rencana aksi program — langsung dari para rektor, dekan, dan praktisi terkemuka.

BANDUNG — Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) kembali mencatatkan keberhasilan dengan menyelenggarakan Deans’ Course Angkatan VIII Tahun 2026 yang mengusung tema “Sinergi Kolaborasi”. Kegiatan berlangsung dalam dua sesi, yakni Sesi I secara luring pada 13–16 Juli 2026 di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Sesi II secara daring melalui Zoom Meeting pada 8 Agustus 2026. Program strategis ini diikuti oleh para dekan, wakil dekan/pembantu dekan, serta ketua departemen/jurusan/program studi dari berbagai fakultas teknik di seluruh Indonesia.

Berbeda dari pelatihan pada umumnya, Deans’ Course dirancang sebagai program penguatan kapasitas kepemimpinan yang menempatkan pimpinan fakultas bukan sekadar pengelola administrasi akademik, melainkan penggerak transformasi dan mitra strategis dalam mewujudkan visi institusi. Selama empat hari, peserta menerima rangkaian materi yang terstruktur, aplikatif, dan disampaikan langsung oleh para rektor, dekan, serta praktisi berpengalaman.

Menjawab Tantangan Global: Tata Kelola, Mutu, dan Transformasi Fakultas

Hari pertama dibuka dengan materi Good University Governance oleh Prof. Dr. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D, IPU, yang menekankan pentingnya prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel sebagai fondasi pengelolaan perguruan tinggi teknik modern.

Sesi berlanjut dengan materi Tantangan Global Profesional Insinyur Indonesia yang dibawakan oleh Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono (ATM), S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sekaligus Guru Besar Fakultas Teknik UGM. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi teknik dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap bersaing dan berkontribusi di tengah dinamika global serta tuntutan profesi keinsinyuran yang terus berkembang.

Penguatan mutu dihadirkan melalui materi Best Practice Audit Mutu Internal (AMI) oleh Hari Prasetyo, Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ia memaparkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) mulai dari penetapan dan pelaksanaan standar, evaluasi pemenuhan standar melalui Audit Mutu Internal yang efektif, hingga upaya menjaga efektivitas penjaminan mutu menuju predikat unggul.

Hari pertama ditutup dengan materi Strategic & Change Faculty Management melalui paparan “Memimpin Transformasi Fakultas Teknik” oleh Prof. Selo, Dekan Fakultas Teknik UGM. Ia berbagi pengalaman kepemimpinan transformatif — mulai dari memperkuat kualitas pendidikan dan budaya penelitian, memperluas jejaring internasional, mempercepat digitalisasi tata kelola, hingga membangun budaya kerja yang sehat dan kolaboratif.

Kepemimpinan Digital, Coaching, dan Komunikasi yang Berdampak

Hari kedua diawali dengan materi Wawasan Kebangsaan oleh Prof. Rudy Gultom, Guru Besar Universitas Pertahanan RI (Unhan) sekaligus Founder SIXWARE Cyber Security Framework, yang menempatkan kepemimpinan perguruan tinggi teknik dalam bingkai wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional di era digital.

Peserta kemudian memperoleh materi Digital Leadership melalui paparan “Leading Beyond Digital: How Academic Leaders Create Future-Ready Universities” oleh Husni Teja Sukmana, Head of Digital and Innovation Division FDTI, Sekretaris Jenderal APTIKOM, sekaligus Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Jakarta. Ia mengajak peserta membedakan digitalisasi dan transformasi digital secara tepat, memahami karakter generasi baru mahasiswa dan dosen muda, serta memiliki digital leadership framework yang siap diterapkan.

Materi Coaching Leadership dibawakan oleh Nurhadi, S.T., M.M., LCCC, seorang Professional Trainer & Coach bersertifikasi ICF yang juga berpengalaman sebagai Direktur ECC FT UGM. Melalui pendekatan leader as coach, sesi ini menekankan bagaimana memimpin dengan pendekatan coaching untuk menciptakan breakthrough anggota tim dalam mencapai tujuan strategis, dilengkapi latihan active listening dan powerful questioning.

Melengkapi hari kedua, materi Communication in Organization disampaikan oleh Aurik Gustomo, Dekan School of Business and Management ITB (SBM ITB) melalui sesi “Leading with Impact through Effective Communication”. Ia menegaskan bahwa komunikasi efektif merupakan instrumen utama seorang pemimpin dalam menggerakkan organisasi dan menciptakan dampak.

Analisis Kesenjangan dan Curah Gagas Kampus Berdampak

Salah satu puncak kegiatan hadir melalui sesi Analisis Kesenjangan, Rencana Strategis, dan Rencana Aksi Program yang dibawakan langsung oleh Prof. Tatacipta Dirgantara, Rektor ITB sekaligus Guru Besar Mekanika Komputasional. Ia menjelaskan bahwa gap analysis merupakan metode untuk menilai kesenjangan antara kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan, guna mengidentifikasi area perbaikan dan menyusun rencana strategis yang terukur.

Sesi dilanjutkan dengan Curah Gagas Kampus Berdampak dalam format khas NTAO Session — ‘No Talk Act Only’, yang mendorong peserta bergerak dari sekadar diskusi menuju aksi nyata, khususnya dalam merancang program pertukaran mahasiswa dalam dan luar negeri.

Manajemen Keuangan, Budaya Keselamatan, dan Akreditasi

Hari ketiga menghadirkan materi Financial Management melalui paparan “Manajemen Peraturan Keuangan Perguruan Tinggi Negeri” oleh Prof. Dr. Ir. Anas Ma’ruf dari Direktorat Keuangan ITB. Ia mengupas ruang gerak, akuntabilitas, dan risiko pengelolaan keuangan fakultas pada berbagai bentuk kelembagaan PTN — mulai dari PTN-BH, PTN-BLU, hingga PTN Satker.

Peserta juga memperoleh materi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang disampaikan oleh Prof. Juwari, S.T., M.Eng., Ph.D, IPM., Dekan Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dengan latar keahlian di bidang Safety Process Engineering (Rekayasa Keselamatan Proses), ia menekankan pentingnya membangun budaya keselamatan dalam pelayanan dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi, serta bagaimana penerapan sistem manajemen K3 dapat memperkuat mutu tata kelola fakultas teknik.

Materi Akreditasi LAM Teknik dihadirkan melalui sesi “Sharing Pengalaman UPPS untuk Akreditasi” dan “Peranan DTPS FTTM dalam Akreditasi Prodi” oleh Prof. Dr.Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., IPM., Dekan FTTM ITB. Ia berbagi praktik baik unit pengelola program studi dalam mempersiapkan dan meraih akreditasi unggul.

Workshop Project Action Plan (PAP): Dari Gagasan Menuju Aksi

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Workshop Project Action Plan (PAP) yang dipandu oleh Prof. Tatacipta Dirgantara. Dalam loka karya singkat ini, peserta dibagi ke dalam kelompok kerja untuk menyusun rencana aksi program secara konkret — mulai dari mengidentifikasi pokok masalah dan kondisi saat ini, menganalisis kesenjangan, hingga merumuskan strategi pemecahan masalah, luaran, dan kondisi akhir yang diharapkan. Setiap kelompok mempresentasikan hasil rencana aksinya sebagai wujud nyata penerapan seluruh materi yang telah diterima.

Penguatan Jejaring dan Wawasan Kelembagaan

Selain sesi di dalam kelas, peserta juga mengikuti agenda Discussion and Networking serta kunjungan langsung di lingkungan ITB. Agenda ini menjadi sarana penting untuk memperluas jejaring, bertukar praktik baik antar-institusi, sekaligus memperoleh wawasan mengenai pengelolaan salah satu perguruan tinggi teknik terkemuka di Indonesia — sejalan dengan semangat tema “Sinergi Kolaborasi”.

Penutup

Dengan suksesnya penyelenggaraan Deans’ Course Angkatan VIII Tahun 2026 di Institut Teknologi Bandung, FDTI kembali menegaskan perannya sebagai penggerak peningkatan mutu pendidikan tinggi teknik di Indonesia. Melalui kombinasi materi tata kelola, manajemen perubahan, kepemimpinan digital, keuangan, keselamatan kerja, mutu dan akreditasi, hingga penyusunan rencana aksi program yang disampaikan langsung oleh para rektor, dekan, dan praktisi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pimpinan fakultas teknik yang lebih adaptif, kolaboratif, dan visioner dalam menjawab tantangan pengelolaan pendidikan tinggi di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *