Selama dua hari, tenaga kependidikan fakultas teknik se-Indonesia dibekali materi tata kelola, manajemen perubahan, coaching, keselamatan kerja, hingga pengambilan keputusan langsung dari para dekan dan praktisi.
BANDUNG — Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) kembali mencatatkan keberhasilan dengan menyelenggarakan Staff’s Course Angkatan VII Tahun 2026 yang berlangsung pada 13–14 Juli 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegiatan tahunan ini diikuti tenaga kependidikan yang mewakili berbagai fakultas teknik dari seluruh Indonesia.
Berbeda dari pelatihan administratif pada umumnya, Staff’s Course dirancang sebagai program penguatan kapasitas yang menempatkan tenaga kependidikan bukan sekadar pelaksana administrasi, melainkan mitra strategis dalam mendukung pencapaian visi institusi. Selama dua hari, peserta menerima rangkaian materi yang terstruktur, aplikatif, dan disampaikan langsung oleh para dekan serta praktisi berpengalaman.
Menjawab Tantangan Zaman: Tata Kelola dan Manajemen Perubahan
Hari pertama dibuka dengan materi Good University Governance dan Wawasan Pengelolaan Perguruan Tinggi, yang menekankan pentingnya prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel sebagai fondasi pengelolaan perguruan tinggi modern.

Sesi berlanjut dengan materi Strategi Manajemen Perubahan dan Paradigm Shifting yang dibawakan oleh Agus Setiawan, Dekan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Ia menyoroti bahwa dunia tengah berubah sangat cepat akibat Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi, transformasi digital, serta tuntutan keberlanjutan (SDGs). Dalam konteks ini, perguruan tinggi teknik dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif, kreatif, kolaboratif, dan inovatif.
Agus menjelaskan bahwa change management merupakan pendekatan sistematis untuk mempersiapkan, mengelola, dan mendukung individu maupun organisasi dalam menghadapi perubahan. Tujuannya jelas: mengurangi resistensi, mempercepat adaptasi, menjamin keberlanjutan, dan meningkatkan kinerja organisasi — sebuah kompetensi yang kini krusial dimiliki tenaga kependidikan.
Membangun Tim Solid lewat Pendekatan Coaching

Masih di hari pertama, peserta memperoleh materi Coaching & Teamwork dari Nurhadi, S.T., M.M., LCCC, seorang Professional Trainer & Coach bersertifikasi ICF yang juga berpengalaman sebagai Direktur ECC FT UGM. Sesi ini membekali peserta membedakan pendekatan directing, coaching, dan mentoring, serta melatih keterampilan active listening dan powerful questioning.
Dengan mengusung model iGROW Coaching dan sesi group coaching yang interaktif, materi ini menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang mengedepankan accountability sekaligus psychological safety — dua elemen kunci dalam menciptakan tim yang solid dan produktif dalam mencapai target organisasi.
Menanamkan Budaya Keselamatan dan Pelayanan Prima
Hari kedua mengangkat isu yang kerap terabaikan namun sangat penting, yakni Manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dalam Pelayanan dan Inovasi di Perguruan Tinggi. Materi ini disampaikan oleh Nita Yuanita, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, yang memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang Teknik Kelautan.

Melalui pendekatan safety moment, Nita mengajak peserta menyadari bahwa keselamatan kerja dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan sehari-hari. Ia memaparkan dasar hukum penerapan Sistem Manajemen K3 di Indonesia — mulai dari UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja hingga PP No. 50 Tahun 2012 — serta ruang lingkup, strategi, dan pembagian peran dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan kampus.
Sesi ini melengkapi materi Leadership & Communication Skill dan Customer Services Orientation, yang menegaskan bahwa pelayanan prima dan komunikasi efektif adalah wajah utama sebuah institusi pendidikan.
Berpikir Kritis dalam Memecahkan Masalah dan Mengambil Keputusan
Puncak materi teknis hadir melalui sesi Problem Solving & Decision Making (PSDM) yang dibawakan oleh Prof. Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., Dekan Fakultas Teknik Universitas Tidar. Ia menjelaskan bahwa masalah pada hakikatnya adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan, sehingga langkah pertama yang penting adalah membedakan antara gejala dan masalah yang sesungguhnya.
Dengan mengacu pada siklus problem solving (Sternberg, 2009), Prof. Gito membekali peserta dengan tahapan pemecahan masalah, tipe heuristik, serta alat analisis dan diagnostik yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab. Materi ini menjadi bekal berharga bagi tenaga kependidikan dalam menghadapi persoalan nyata di unit kerja masing-masing.
Penguatan Jejaring dan Wawasan Kelembagaan
Selain sesi di dalam kelas, peserta juga mengikuti agenda Discussion and Networking serta Tour on Duty ITB. Kedua agenda ini menjadi sarana penting untuk memperluas jejaring, bertukar praktik baik antar-institusi, sekaligus memperoleh wawasan langsung mengenai pengelolaan salah satu perguruan tinggi teknik terkemuka di Indonesia.
Penutup
Dengan suksesnya penyelenggaraan Staff’s Course Angkatan VII Tahun 2026 di Institut Teknologi Bandung, FDTI kembali menegaskan perannya sebagai penggerak peningkatan mutu pendidikan tinggi teknik di Indonesia. Melalui kombinasi materi tata kelola, kepemimpinan, keselamatan kerja, dan pengambilan keputusan yang disampaikan langsung oleh para dekan dan praktisi, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak tenaga kependidikan yang lebih adaptif, profesional, dan siap menjawab tantangan pengelolaan pendidikan tinggi di masa depan.







